WELCOME TO MY BLOG | PLEASE COMMENT AND FOLLOW THIS BLOG | THANK YOU

Sabtu, 08 Desember 2012

Pesawat Jet Super Jelajahi Dunia Hanya 4 Jam

     
Sebuah pesawat jet luar biasa akan dirancang untuk menjelajah luar angkasa layaknya penerbangan umum. Bahkan dengan pesawat jet yang dinamai Skylon ini, penerbangan terjauh di dunia akan bisa dijangkau hanya dalam waktu 4 jam saja.

     Para insinyur asal Eropa telah melakukan uji coba mesin terkait rencana pesawat jet luar angkasa ini. Insinyur-insinyur yang tergabung dalam Reaction Engines Ltd (REL) mengklaim telah berhasil mengatasi hambatan teknis yang membayangi pesawat jet tujuan luar angkasa selama 3 dekade terakhir.
     Menurut mereka, temuan ini menjadi terobosan baru bagi dunia penerbangan.

     Pekan ini, REL menguji coba desain yang mereka ciptakan di depan Badan Luar Angkasa Eropa. Uji coba tersebut berhasil. Badan Luar Angkasa Eropa memastikan bahwa seluruh persyaratan telah dipenuhi.
     
     "Tim dari REL berusaha memecahkan hal yang menjadi persoalan selama 30 tahun terakhir dan kami berhasil. Inovasi memang tidak bisa diciptakan dalam semalam. Para ahli independen memastikan bahwa mesin secara keseluruhan bisa diuji coba. Mesin Sabre memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita," tutur pendiri REL, Alan Bond.

     Kini, yang dibutuhkan oleh REL hanyalah dana sebesar US$ 382 juta atau setara Rp 3,6 triliun untuk membuat rancangan pesawat jet Skylon ini menjadi kenyataan.

Sumber: news.com.au

Selasa, 04 Desember 2012

Rencana Amerika Bentuk Jaringan Mata-mata Internasional

Departemen Pertahanan Amerika dilaporkan punya sebuah rencana ambisius untuk membangun jaringan mata-mata internasional, yang jumlah personilnya akan menandingi Dinas Intelijen Pusat Amerika, CIA.

Teori Pembentukan Planet Serupa Bumi Ditantang

Sebuah temuan baru menantang teori pembentukan planet batuan, termasuk Bumi.
     Tata Surya memiliki sejumlah planet batuan. Selain Bumi, ada Merkurius, Venus, dan Mars. Planet itu memiliki inti logam, berbeda dengan planet gas seperti Jupiter dan Saturnus. Temuan tersebut menjadi petunjuk bahwa planet batuan di semesta lebih umum dari yang diduga. 

Dalam riset tersebut, ilmuwan menggunakan teleskop canggih ALMA yang ada di observatorium di Cile, di atas gunung berketinggian 5.000 meter.
     Penelitian dilakukan dengan mengamati katai coklat ISO-Oph 102. Katai coklat adalah benda langit serupa bintang, tetapi terlalu kecil untuk memiliki reaksi inti dan bersinar.
     Teori tradisional tentang pembentukan planet batuan menyatakan, planet batuan terbentuk dari partikel di sekitar bintang yang bertumbukan. Partikel saling melekat dan tumbuh besar.
     Pada katai coklat ini, ilmuwan menduga kejadiannya berbeda. Partikel sulit melekat karena terlalu jarang dan bergerak terlalu cepat. Penyatuan sulit dilakukan.
     Namun, di sekitar wilayah ISO-Oph 102, ilmuwan menemukan benda padat yang berukuran cukup besar. Hal ini di luar dugaan.

Ricci dari Caltech, yang memimpin riset ini, seperti dikutip AFP, Jumat, mengungkapkan, "Kami tak yakin apakah planet memang bisa atau sudah terbentuk di sana, tapi kami melihat proses awalnya. Jadi, kita akan mengubah asumsi tentang kondisi yang diperlukan sehingga planet batuan bisa terbentuk."

Sumber: Astrophysical Journal of Letters

Pria China Bangun Kapal Antisipasi Kiamat 2012

     Mendengar kiamat 2012 yang diramalkan suku maya sebelumnya membuat seorang pria di China baru-baru ini dikabarkan tengah membangun sebuah kapal untuk mengantisipasi kiamat yang diyakini terjadi pada 21 Desember 2012.
     Pria itu diketahui bernama Lu Zhenghai dari wilayah barat laut China. Ia diketahui telah menghabiskan dana sebesar USD160 ribu (sekira Rp1,536 miliar) untuk menciptakan perahu yang mirip dengan bahtera atau kapal nabi Nuh.

Tampaknya, rumor kiamat 2012 ini telah lama diyakini Lu. Oleh karena itu, pria asal negeri Tirai Bambu ini mulai membangun kapal dengan panjang 65 kaki sejak 2010. Ketika itu, Lu merasa takut bahwa banjir hari kiamat yang disebut-sebut itu akan mengancam kelangsungan hidup keluarganya.
     Lu mengatakan pada China News Service, yang ditranslasi oleh The Huffington Post, mengungkap dirinya telah mengeluarkan seluruh tabungan dan menginvestasikan sejumlah besar biaya untuk konstruksi kapal tersebut.

     Kabarnya, pengerjaan kapal besar buatannya itu mengalami kendala, sehingga tidak dapat rampung sesuai harapan. Ini disebabkan karena kurangnya dana yang diperlukan untuk membuat perahu tersebut.
     Lu berharap kapal itu dapat menarik wisatawan yang ingin bertamasya. Selain itu, kapal tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai kapal feri.

Sumber: Digitalspy, Sabtu (1/12/2012)